Rabu, 25 Januari 2012

Sejarah Perkembangan Publisistik di Jerman


Sejarah perkembangan publisistik di Jerman di bagi kedalam 4 fase, yaitu : fase mencari bentuk, fase penitik beratan hubungan kausal, fase penitik beratan segi fungsional dan  fase penitik beratan ilmunya sendiri.
Fase pertama, memperhatikan belum adanya sistematika dalam penelitian maupun penentuan obyek timbul dan obyek materinya. Dalam fase ini pusat perhatian penelitian ditujukkan kepada surat kabar dan semua segi sosial, politik serta ekonomi yang mempengaruhi penerbitannya. Karl Bucher (1847-1930) adalah orang-orang yang berjasa pada fase zeitungkunde ini. Fase kedua, dikenal sebagai fase yang menitik beratkan hubungan kausal antara pernyataan dan mengapa serta dimana sesuatu dinyatakan untuk diketahui oleh umum. Di Jerman maka tokoh dari fase ini adalah Hindere yang berpendapat bahwa setiap media massa mempunyai fungsi serta sifat pengaruhnya sendiri, dengan akibat bahwa setiap orang sebagai komunikator akan memilih media yang paling sesuai dengan keperluan untuk mencapai masyarakat. Fase ketiga, ditandai oleh fase menemukan suatu sistimatika dalam ilmu publisistik, hal mana merupakan jasa dari Walter Hagemann. Ia memberi definisi yang masih banyak disitir yaitu bahwa “Publisistik ist die Lehre Oeffenlicher Aussagen aktueller Bewustseininhalte”. (Publisistik adalah ilmu tentang pendapat-pendapat yang mempunyai nilai aktual yang dinyatakan, disebarluaskan dan dinyatakan berdasarkan keyakinan). Fase keempat, yaitu fase fungsional, fase ini menurut Prakke adalah ditentukan dari segi pengaruh sosial yang terjadi karena adanya komunikasi sosial. Karena perkataan sosial berasal dari kata Latin “sozius” maka Prakke melihat bahwa tugas publisistik (= komunikasi melalui media) adalah bahwa media dalam masyarakat industri menjadi “kawan sosial” dari anggota masyarakat yang mulai hidup terpencil dan secara psikologis mengalami isolasi kehidupannya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar